Senin, 24 Oktober 2011

8 Kemampuan Hebat Yang Ditunjukkan Tumbuhan Saat Anda Tidak Memperhatikannya

1. Buah Ara, Tanaman yang Bisa Membalas Dendam



Seperti yang Anda mungkin sudah tahu, tanaman dan serangga memiliki hubungan yang sangat penting. Tanaman memberikan nektar, dan sebagai imbalannya, serangga menyerbuki tanaman.

Tapi apa yang terjadi jika serangga tersebut tidak mematuhi sistem kerjasama tersebut? Apa yang akan tanaman lakukan? Mengajukan keluhan? Meminta serangga untuk pergi?

Serangga cukup banyak mendapatkan keuntungan dari kesepakatan ini. Mereka bisa makan gratis, dan mungkin memberikan serbuk sari mereka beberapa. Pohon ara bukan pohon yang hanya pasrah jika dicurangi lebah.

Pohon ara punya kemitraan dengan tawon tertentu yang disebut lebah Ara. Tawon butuh tanaman ini karena kebutuhan pangan, dan bertelur di buah. Sebagai gantinya, tawon diharapkan untuk melakukan penyerbukan buah sehingga pohon dapat bereproduksi.
Pohon ara tidak bisa bereproduksi tanpa tawon, tawon tidak bisa hidup tanpa pohon ara. Tapi itu membawa kita kembali ke masalah lama: Bagaimana jika tawon tertentu tidak peduli? Dia makan dari pohon Ara dan tidak melakukan penyerbukan ? Pohon ara akan membalas dengan membunuh keluarganya !





Para peneliti bereksperimen dengan memperkenalkan tawon non-produktif (yaitu, tawon yang tidak membawa serbuk sari) buah ara. Tawon begitu saja pergi setelah makan dari pohon ara dan meninggalkannya tanpa melakukan penyerbukan.
Lalu yang terjadi, sebagian besar buah ara yang belum masak jatuh berguguran, membunuh anak-anak tawon yang belum sempat menetas dan meninggalkan buah.
Entah bagaimana buah Ara bisa tahu tawon tidak melakukan kesepakatannya, dan telur tawon mana saja yang ada di buahnya yang harus dibunuh.
2. Tanaman yang bergerak lebih cepat dari peluru


Tanaman hampir secara universal didefinisikan oleh ketidakmampuan total mereka untuk bergerak. Anda dapat mengancam tanaman dengan gergaji dan bahkan tanaman tidak akan gentar, tidak peduli horor yang mungkin terasa dalam hati. Atau setidaknya itulah yang Anda pikir.

Sebenarnya, ada cukup banyak tanaman yang bergerak di sekitar kita dengan kecepatan yang mengejutkan, tapi tetap tidak bisa bangkit dan berjalan pergi.

Setiap daun tanaman ini terpasang pada engsel kecil, dan itu benar-benar berkedut dan bergerak di sekitar seperti Whomping Willow dari Harry Potter.

Tetapi tanaman tercepat menggunakan kecepatan kilat mereka untuk menyebarkan serbuk sari mereka di sekitar. Tanaman akan benar-benar memicu api serbuk sarinya pada wajah serangga terdekat.


Serbuk sari tanaman ini ditembakkan dalam 15 milidetik dengan hentakan dan kekuatan yang cukup untuk memukul jatuh serangga, atau paling tidak serangga akan sempoyongan mirip orang kena tinju.

Namun tanaman yang mempunyai tembakan paling kuat di dunia adalah Pohon murbei, yang dapat meluncurkan serbuk sarinya lebih dari setengah kecepatan suara (hampir 550 km/jam).

Tapi yang mendapatkan gelar "tanaman tercepat" adalah pohon dogwood bunchberry. Meluncurkan serbuk sarinya di bawah satu milidetik. Hampir tidak ada dalam kerajaan hewan yang bisa bergerak lebih cepat dari itu.


Tanaman mempercepat mekanisme peluncuran di 2.400 kali gaya gravitasi, atau sekitar 800 kali apa yang mungkin dialami astronot selama lepas landas.
3. Dodder, Anggur Hutan yang Berburu Untuk Makanannya


Dodder adalah anggur parasit yang tergantung sepenuhnya pada tanaman lain untuk makanannya. Ia tidak memiliki akar atau daun, dan tidak seperti hampir semua tanaman lain, tanaman ini tidak dapat berfotosintesis. Untuk bertahan hidup, tanaman ini perlu menyerap sari makanan dari tumbuhan lain.


Tapi itu tidak sesederhana yang anda kira, tanaman mendarat di sebuat pohon lalu menancapkan taringnya dan mulai menyerap. Ini jauh lebih mencengangkan! Dodder Si Anggur hutan memburu korbannya.

Tes laboratorium menunjukkan tanaman ini dapat mencium bau tanaman lain yang spesifik dan kemudian tumbuh ke arah mereka.


Dodder memiliki penciuman yang tajam dari "bau", dari bau dia juga dapat membedakan antara tuan rumah yang baik dan yang buruk.

Setelah itu dia merayap di batang korban, melekat erat, melilit sambil menekankan duri khusus sampai menembus kulit batang, untuk menghisap si mangsa.

4. Marcgravia Evenia (Memanipulasi Kelelawar)


Para ilmuwan telah menemukan sebuah tanaman yang bisa mengomando kelelawar. Secara khusus, mereka menemukan sebuah pohon anggur Kuba Marcgravia Evenia, yang telah mengembangkan sejenis satelit mirip daun di atas buahnya.

Fungsinya bukan untuk menangkap sinar matahari, daun ini menghadap lurus ke depan. Ternyata Marcrgavia tergantung secara eksklusif pada kelelawar untuk penyebaran benih.


Masalahnya adalah bahwa kelelawar adalah buta, juga tidak mempunyai penciuman yang bagus, jadi tumbuhan ini diberi perangkat canggih pemancar sonar. Dan daun dari tanaman ini menjadi reflektor yang sempurna untuk memancarkan sinyal.


Pengujian menunjukkan bahwa kelelawar menemukan tanaman itu 50 persen lebih cepat dengan adanya daun khusus ini daripada tidak ada daun khusus.

Penelitian mereka juga menunjukkan bahwa gema dari daun akan terdengar konstan dan mencolok dari hampir setiap sudut.
5. Tanaman yang Berkomunikasi dan Bekerjasama

Tanaman biasanya tidak ingin berbagi lingkungan mereka dengan pengembara asing. Tapi ketika datang ancaman bagi keluarganya, beberapa tanaman benar-benar akan membela saudara mereka.

Ketika tumbuhan jewelweed diletakkan di dalam pot dengan tanaman yang tidak berhubungan, keduanya akan tumbuh secepat mungkin, masing-masing berusaha memanfaatkan nutrisi seefisien dan sebanyak mungkin untuk menjauh dari yang lain.

Tapi ketika tanaman sejenis di tanam bersama-sama, mereka benar-benar mengendalikan perkembangan akar normal mereka. Mungkin Jewelweed adalah keluarga mafia dari kalangan flora, bukan hanya mereka tidak merebut makanan satu sama lain, mereka juga benar-benar tumbuh bersamaan.

Beberapa tanaman dapat mengenali keluarga mereka dan cukup peduli untuk berbagi makanan. Tanaman mampu memberitahu teman-teman mereka dari musuh-musuh mereka, mereka tampaknya dapat berkolaborasi satu sama lain.


Ketika sebuah pohon willow sedang dimakan oleh ulat, pohon ini akan menghasilkan bahan kimia yang akan membuat serangga mengalami kesulitan mencerna. Dan kemudian pohon-pohon di sekitarnya yang bahkan belum pernah tersentuh juga akan mulai memproduksi bahan kimia serupa.

Sudah ditemukan bahwa sekali willow kedapatan dimakan ulat, ia melepaskan feromon ke udara yang akan membuat willow lain di daerah tersebut dapat mendeteksi sehingga mereka juga mengeluarkan senjata kimia mereka sendiri.

Tanaman juga bekerja sama melalui sinyal ketika mekar. Jika mereka menjatuhkan bunga mereka secara acak, herbivora dapat memakan mereka satu demi satu, tetapi jika mereka berkoordinasi, mereka dapat membanjiri dengan daun dan volume tipis.

Yang lebih luar biasa, tanaman tembakau dapat berkomunikasi dengan spesies yang sama sekali berbeda.
6. Mentimun Jawa (Master Mekanika Penerbangan)


Tentu, banyak tanaman menggunakan beberapa jenis sistem untuk menyebarkan benih mereka menggunakan angi. Jadi, benih akan memiliki beberapa bentuk aerodinamis yang memungkinkan mereka mengambang di udara untuk sementara waktu.

Anda telah mengetahui hal itu. Tapi kebanyakan dari benih itu masih akan jatuh lurus ke bawah jika tak ada angin. Nah, mentimun Jawa telah melewati rintangan itu. Benih-benih mentimun Jawa memiliki sayap. Bukan sayap seperti parasut yang membantu menangkap angin.


Mentimun Jawa telah mengembangkan sayap aktual yang dapat terbang hingga 100 meter saat benar-benar tidak ada angin, dan lebih jauh lagi jika ada angin.


Bahkan, benih-benih terbang dengan baik dan mereka telah menjadi contoh untuk beberapa pesawat terbang buatan pertama di dunia. Igo Etrich, seorang Austria, dan salah satu pelopor penerbangan, mendasarkan desain glidernya pada bentuk benih ini.
7. Tanaman yang bisa mengomando Serangga


Salah satu contoh ada pada tomat, disaat ulat mulai memakan tomat, dalam eksperimen menunjukkan bahwa tomat mengeluarkan asap sinyal kimia yang memanggil tentara tawon parasit untuk datang melawan mereka.

Tembakau juga, diketahui telah melakukan panggilan serupa untuk minta bantuan dari predator terdekat untuk menangkis ulat, serangga daun dan hama lainnya.

Dan tumbuhan-tumbuhan istimewa itu tidak sembarangan memanggil bala bantuan, mereka benar-benar memanggil pasukan yang benar-benar sesuai untuk tipe hama yang tengah menyerang mereka.

Bagaimana itu mungkin? Sedangkan mereka hanya tanaman, mereka bahkan tidak memiliki pengetahuan dasar tentang serangga. Bagaimana mereka tahu bahwa mereka sedang dimakan, apalagi membedakan antara siapa yang makan mereka?

Para ilmuwan percaya bahwa tanaman dapat merasakan zat pencernaan suatu spesies serangga yang tengah menyerang mereka. Tapi itu bukan hanya tentang kekerasan. Tanaman juga dapat memanipulasi serangga untuk sesuatu yang menguntungkan.

Anggrek, selama 85 juta tahun yang lalu telah diketahui menguraikan sinyal kimia yang mempekerjakan serangga untuk komunikasi, dan mereka menggunakan trik aroma yang pada dasarnya untuk menjadikan serangga sebagai kurir untuk pabrik sperma mereka.

Sebagai contoh, banyak anggrek dapat menghasilkan aroma serangga perempuan di musim panas. Tujuannya adalah untuk memikat serangga pria membantu melakukan penyerbukan.

Dan, beberapa anggrek, seperti anggrek lidah Australia, menciptakan aroma yang nyaris sama sehingga serangga laki-laki akan lama hinggap di bunga anggrek tersebut sampai proses selesai.

8. Pohon Eucalyptus (Mempunyai Bom Napalm untuk musuh mereka)


Ketika datang saat dimana mereka harus melindungi wilayah mereka, pohon-pohon eucalyptus memiliki kebijakan untuk membumi hanguskan. Pohon Eucalyptus tidak hanya kebal terhadap kebakaran hutan tapi juga menjadi biang yang menyebabkannya.

Eucalyptus dirancang khusus untuk menjadi pohon yang tetap bisa bertahan setelah amukan api memusnahkan kehidupan hutan di sekitarnya. Ini semua karena mereka memiliki batang yang tersembunyi jauh di dalam kulit-kulit mereka, yang akan keluar saat asap sudah memudar.

Eucalyptus mengandung semacam minyak yang begitu mudah terbakar, pohon ini benar-benar dapat meledak ketika mereka terbakar, seperti orang menjentikkan puntung rokok ke pompa bensin.

Daun dari pohon eucalyptus begitu penuh napalm beracun yang tidak bisa di hancurkan serangga dan jamur. Pohon ini juga menghasilkan gas berupa awan abu-abu kebiruan yang menguap yang bisa naik seperti bola api dengan satu petir atau puntung rokok yang dibuang maka terjadilah reaksi ledakan.



Perkebunan eucalyptus telah disalahkan untuk kebakaran di tahun 1991 di California yang menghancurkan 3.000 rumah.


Sumber: www.apakabardunia.com

LAPORAN PRAKTIKUM BUDIDAYA TANAMAN TAHUNAN - PENANAMAN KARET

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

PT Perkebunan Nusantara IX (Persero), disingkat PTPN IX, dibentuk berdasarkan PP No. 14 Tahun 1996, tanggal 14 Pebruari 1996. Perusahaan yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan penggabungan kebun-kebun di wilayah Jawa Tengah dari eks PTP XV-XVI dan PTP XVIII. PTPN IX mengusahakan komoditi teh, karet, kopi, kakao dan tebu dengan areal konsesi seluas 39.137 ha. Budidaya karet diusahakan pada areal seluas 23.546,11 ha, teh 1.471,28 ha, kopi 3.028 ha, kakao 2.432,81 ha dan tanaman tebu seluas 7.422 ha serta beberapa ha tanaman kapuk. PTPN IX juga mengelola areal tebu rakyat intensifikasi seluas 31.475 ha dan sebagian kecil areal kapas rakyat. Produksi karet 12.529 ton/tahun, lateks pekat 4.500 ton/tahun, teh 2.950 ton/tahun, kopi 1.623 ton/tahun, kakao 1.050 ton/tahun, gula 143.332 ton/tahun, dan tetes 99.580 ton/tahun.
Karet merupakan sumber pendapatan, kesempatan kerja dan devisa negara yang dapat  mendorong pertumbuhan ekonomi sentra-sentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati. Indonesia sebagai negara dengan luas areal terbesar dan produksi kedua terbesar dunia, namun masih menghadapi beberapa kendala, yaitu rendahnya produktivitas, terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas, didominasi oleh karet remah (crumb rubber).
Karet merupakan komoditas ekspor yang mampu memberikan kontribusi didalam upaya peningkatan devisa Indonesia. Ekspor Karet Indonesia selama 20 tahun terakhir terus menunjukkan adanya peningkatan dari 1 juta ton tahun 1985 menjadi 1,3 juta ton tahun 1995 dan 1,9 juta ton tahun 2004. Pendapatan devisa dari komoditi ini pada tahun 2004 mencapai US$ 2,25 milyar, merupakan 5% dari pendapatan devisa non-migas. Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki keadaan lahan yang cocok untuk pertanaman karet, sebagian besar berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan (Ardi,2009).
Kondisi agribisnis karet saat ini menunjukkan bahwa karet dikelola oleh rakyat, perkebunan negara dan perkebunan swasta. Pertumbuhan karet rakyat masih positif walaupun lambat yaitu 1,58%/tahun, sedangkan areal perkebunan negara dan swasta samasama menurun 0,15%/tahun, maka tumpuan pengembangan karet akan lebih banyak pada perkebunan rakyat. Namun, luas areal kebun rakyat yang tua, rusak dan tidak produktif mencapai sekitar 400 ribu hektar yang memerlukan peremajaan. Persoalannya adalah bahwa belum ada sumber dana yang tersedia untuk peremajaan.
Adanya peningkatan permintaan dunia terhadap komoditas karet ini di masa depan, maka upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui perluasan tanaman karet dan peremajaaan kebun bisa merupakan langkah yang efektif untuk dilaksanakan. Hal ini perlu diadakan bantuan yang bisa memberikan modal bagi petani atau pekebun swasta untuk membiayai pembangunan kebun karet dan pemeliharaan tanaman secara intensif
 Tingkat hilir, jumlah pabrik pengolahan karet sudah cukup, namun selama lima tahun mendatang diperkirakan akan diperlukan investasi baru dalam industri pengolahan, baik untuk menghasilkan crumb rubber maupun produk-produk karet lainnya karena produksi bahan baku karet akan meningkat. Kayu karet sebenarnya mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan furniture tetapi belum optimal, sehingga diperlukan upaya pemanfaatan lebih lanjut (Ardi,2009).
Hutan krumput mempunyai bentuk permukaan tanah yang berbukit-bukit, sehingga mempunyai relief perbukitan dengan ketinggian antara 50-300 m dan relief pegunungan dengan ketinggian 730 m. daerah ini tersusun dari bahan induk vulkanik intermediet. Bahan induk dari batuan beku dicirikan dengan tidak mempunyai kandungan fosil, teksturnya mampat,padat, serta berstruktur homogen dengan bidang permukaan yang sama ke semua arah dan sesuai dengan proses pembentukannya. Batuan beku vulkanik intermediet merupakan batuan yang mencapai permukaan bumi dalam keadan cair, dan proses pembekuannya berlangsung di atas permukaan bumi dengan kadar SiO2 antara 52-65 % (Angger,2010).
Jenis klon-klon yang ditanam di Kebun Krumput adalah PB260, BPN24, BPN1 dan RRIC 100. Budidaya tanaman karet ini mempunyai banyak tahapan-tahapan. Untuk menghasilkan tanaman yang baik, maka harus di okulasi. Okulasi merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman yang dilakukan dengan menempelkan mata entres dari satu tanaman ke tanaman sejenis dengan tujuan mendapatkan sifat yang unggul. Dari hasil okulasi akan diperoleh bahan tanam karet unggul berupa stum mata tidur, stum mini, bibit dalam polibag, atau stum tinggi. Mata entres merupakan bagian atas dari tanaman dan dicirikan oleh klon yang digunakan sebagai batang atasnya (Chairil,2001).

B. Tujuan
1.      Mengetahui cara pembuatan lubang untuk tanaman karet.
2.   Mengetahui cara penanaman karet yang benar.

II. Bahan dan Alat
A. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum penanaman diantaranya adalah cangkul, pisau, ajir, cengkrong,meteran, dan tugal.
B. Alat
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum penanaman diantaranya adalah bibit  tanaman karet dari kebun okulasi, pupuk kandang, tanah, Rootone F.

III. Prosedur Kerja
1.      Olahlah tanah dengan sistem minimum tillage, yakni dengan membuat larikan antara barisan satu meter dengan cara mencangkul selebar 20 cm.
2.      Buatlah lubang tanam ukuran 40x40x40 cm.
3.      Biarkan lubang tanam sekitar 1 bulan.
4.      Berilah ajir dari bambu ukuran 20-30 cm.
5.      Tanamlah batang karet.
6.      Tutuplah kembali tanah tersebut.
7.      Pupuklah dengan urea 50 gram dan SP36 sebesar 100 gram sebagai pupuk dasar per tanaman.

IV. Hasil Pengamatan
kebun karet

Penanaman tanaman karet sesuai garis kontur. Tanaman diambil dari kebun okulasi. Klon-klon yang ditanam adalah klon RRIC 100, PB260, BPN24, dan BPN1. Kebun okulasi letaknya terpisah dari tanaman utama. Lokasi kebun okulasi lebih tinggi di bandingkan dengan kebun utama.
Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan cangkul atau tugal. Lubang tanam itu sedalam 40 cm, selebar 40 cm dan sepanjang 40 cm. Selanjutnya diberi ajir setinggi 20 cm. Tanah yang digunakan untuk penanaman adalah tanah lapisan topsoil sampai subsoil. Hal ini karena banyak humus untuk membantu pertumbuhan. Pembuatan lubang tanam jangan terlalu dalam agar pertumbuahan tanaman karet yang masih muda dapat optimal. Lubang tanam dibiarkan selama 1 bulan. Pupuk yang digunakan adalah urea 50 gram dan SP36 sebesar 100 gram sebagai pupuk dasar per tanaman.
V. Pembahasan




Cara Pengajiran Menurut Kontur


Bibit sebelum ditanam terlebih dahulu dilakukan seleksi bibit untuk memperoleh bahan tanam yang memeliki sifat-sifat umum yang baik antara lain : berproduksi tinggi, responsif terhadap stimulasi hasil, resitensi terhadap serangan hama dan penyakit daun dan kulit, serta pemulihan luka kulit yang baik. Beberapa syarat yang harus dipenuhi bibit siap tanam adalah antara lain:
1. Bibit karet di polybag yang sudah berpayung dua.
2. Mata okulasi benar-benar baik dan telah mulai bertunas
3. Akar tunggang tumbuh baik dan mempunyai akar lateral
4. Bebas dari penyakit jamur akar (Jamur Akar Putih) (Hanspari,2010).
Cara-cara penanaman karet yang benar, antara lain:
1.      Penanaman karet dilakukan pada musim hujan besar.
2.      Bibit yang polibegnya robek harus diikat dengan tali agar tidak pecah ketika diangkut ke lapangan.
3.      Bibit yang didistribusikan ke lapangan diletakkan di samping lubang tanam dalam lubang disesuaikan dengan tinggi polibeg.
4.      Dasar polibag disayat dengan pisau dan bibit diletakkan dalam lubang tanam. Bagian samping plastik disayat dan dilepaskan dari bibit, diletakkan di atas pancang sebagai tanda bahwa palstik sudah dibuka.
5.      Arah mata okulasi diseragamkan menghadap gawangan pada tanah rata, sedangkan pada tanah yang berlereng mata okulasi diarahkan bertolak belakang dengan dinding teras. Saat penanaman, pertautan okulasi diatur sedemikian rupa sehingga setelah ditimbun tanah, pertautan okulasi akan tertimbun sekitar 10 cm di bawah permukaan tanah. Setelah persyaratan dipenuhi, tanah sub soil ditutupkan terlebih dahulu kemudian disusuk dengan tanah top soil. Pemadatan tanah dilakukan dengan tangan mulai dari bagian pnggir ke arah tengah atau diinjak pelan-pelan tetapi jangan sampai mengenai tanah polibeg. Tanah pada bagian tanaman dibuat cembung untuk menghindari air hujan yang menggenang (Pakpahan,2009).
Jarak tanam 7 m x 3 m (untuk tanah landai), diperlukan bibit tanaman karet untuk penanaman sebanyak 476 bibit, dan cadangan untuk penyulaman sebanyak 47 (10%) sehingga untuk setiap hektar kebun diperlukan sebanyak
 523 batang bibit karet (Hanspari,2010).
Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari untuk menghindari stress di lapangan. Pengangkutan kecambah menggunakan ember yang berisi air. Penanaman kecambah dilakukan dengan cara menugal tanah sedalam 5 cm dengan menggunakan kayu atau benda yang runcing. Akar harus berada seluruhnya di dalam tanah dan permukaan biji rata dengan tanah (biji jangan dilepas dari kecambah). Kemudian tanah di sekitar lubang di padatkan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman, lalu di siram untuk melembabkan. Penyiraman bibit harus dilakukan pada setiap pagi hari terutama pada musim kemarau (Pakpahan,2009) .
Umumnya penanaman karet di lapangan dilaksanakan pada musim penghujan yakni antara bulan September sampai Desember dimana curah hujan sudah cukup banyak, dan hari hujan telah lebih dari 100 hari. Saat penanaman, tanah penutup lubang dipergunakan top soil yang telah dicampur dengan pupuk RP 100 gram per lubang, disamping pemupukan dengan urea 50 gram dan SP - 36 sebesar 100 gram sebagai pupuk dasar (Anwar,2001).

VI. Kesimpulan
1. Pembuatan lubang tanam untuk pertanaman karet dengan ukuran 40x40x40 cm. Pembuatan lubang tanam dengan cangkul kemudian diukur dengan meteran. Bila keadaan sudah siap, maka bisa didiamkan selama 1 bulan. Kemudian diberi ajir setinggi 20 cm.
2.   Penanaman karet dilakukan setelah lubang tanam didiamkan selama 1 bulan. Klon karet yang akan ditanam diambil dari kebun okulasi. Bibit yang polibagnya robek harus diikat dengan tali agar tidak pecah ketika diangkut ke lapangan. Bibit yang didistribusikan ke lapangan diletakkan di samping lubang tanam dalam lubang disesuaikan dengan tinggi polibag. Dasar polibag disayat dengan pisau dan bibit diletakkan dalam lubang tanam. Bagian samping plastik disayat dan dilepaskan dari bibit, diletakkan di atas pancang sebagai tanda bahwa palstik sudah dibuka. Arah mata okulasi diseragamkan menghadap gawangan pada tanah rata, sedangkan pada tanah yang berlereng mata okulasi diarahkan bertolak belakang dengan dinding teras. Saat penanaman, pertautan okulasi diatur sedemikian rupa sehingga setelah ditimbun tanah, pertautan okulasi akan tertimbun sekitar 10 cm di bawah permukaan tanah. Setelah persyaratan dipenuhi, tanah sub soil ditutupkan terlebih dahulu kemudian disusuk dengan tanah top soil. Pemadatan tanah dilakukan dengan tangan mulai dari bagian pnggir ke arah tengah atau diinjak pelan-pelan tetapi jangan sampai mengenai tanah polibeg. Tanah pada bagian tanaman dibuat cembung untuk menghindari air hujan yang menggenang.




Daftar Pustaka

.

Angger.2010.Ilmu Tanah.http://www.ang-poenya.blogspot.com.Diakses tanggal 9 Januari 2011.

Anwar,Chairil.2001.Manajemen dan Teknologi Budidaya Karet.Pusat Penelitian Karet,Medan.

Ardi,Rio.2009.Karet (Havea brasiliensis) Budi Daya Dan Penanamannya.http://www.rioardi.blogspot.com.Diakses tanggal 9 Januari 2011.

Darmawijaya,Isa.Klasifikasi Tanah.1990.Gadjah Mada University Press,Yogyakarta.
Hanspari,Christ.2010.Karet.Diakses tanggal 9 Januari 2011.
Junaidi,Triyono.2008.Budidaya Karet.Diakses tanggal 9 Januari 2011.
Pakpahan,Effendi.2009.Teknis Budidaya Tanaman Karet.Disampaikan pada :Pertemuan Sosialisasi Kegiatan Pengawalan Peremajaan Karet Non Revitalisasi Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Tanggal 21 November 2008.Medan.
Setyamidjaya,Djohana.1993.Karet Budidaya dan Pengolahannya.Kanisius, Yogyakarta.